COLLABORATIVE MANAGEMENT IN IMPROVING THE QUALITY OF EDUCATION ASSURANCE IN THE GLOBALIZATION ERA

Authors

  • Febrilian Lestario Panca Budi Development University

DOI:

https://doi.org/10.63736/ijeisdr.v2i1.436

Abstract

Era globalisasi menuntut lembaga pendidikan untuk melaksanakan penjaminan mutu berkelanjutan melalui manajemen yang adaptif dan kolaboratif. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen kolaboratif dalam peningkatan mutu penjaminan pendidikan, dengan fokus pada kolaborasi antar pemangku kepentingan internal dan eksternal sekolah. Pendekatan penelitian menggunakan studi pustaka dan analisis data sekunder dari laporan Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan manajemen kolaboratif melalui sinergi guru, kepala sekolah, orang tua, komite sekolah, dan masyarakat dapat meningkatkan capaian Standar Nasional Pendidikan (SNP) sebesar 15-20% dalam proses akreditasi sekolah. Konsep PPEPP (Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) menjadi kerangka kerja utama dalam mewujudkan penjaminan mutu berkelanjutan. Penelitian ini menekankan pentingnya mengintegrasikan teknologi digital, budaya kolaboratif, dan kepemimpinan partisipatif dalam menghadapi tantangan globalisasi pendidikan.

References

Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). (2020). Peraturan BSNP tentang Standar Nasional Pendidikan. Jakarta: BSNP.

Bass, B. M. (1990). From transactional to transformational leadership: Learning to share the vision. Organizational Dynamics, 18(3), 19–31. https://doi.org/10.1016/0090-2616(90)90061-S

Creswell, J. W. (2016). Research design: Pendekatan metode kualitatif, kuantitatif, dan campuran (Edisi 4). Pustaka Pelajar.

Deming, W. E. (1986). Out of the crisis. Massachusetts Institute of Technology, Center for Advanced Educational Services.

Deming, W. E. (1986). Out of the crisis. MIT Press.

Granovetter, M. (1973). The strength of weak ties. American Journal of Sociology, 78(6), 1360–1380.

Granovetter, M. S. (1973). The strength of weak ties. American Journal of Sociology, 78(6), 1360–1380. https://doi.org/10.1086/225469

Hargreaves, A., & Fullan, M. (2020). Professional capital after the pandemic: Revisiting and revising classic understandings of teachers’ work. Teachers College Press.

Harris, A., & Jones, M. (2020). Leading professional learning with impact. School Leadership & Management, 40(5), 401–404. https://doi.org/10.1080/13632434.2020.1832976 Higher Education Policy, 35(3), 189-206.

Johnson, S. E., & Williams, R. D. (2023). Building presentation confidence through character education. Journal of Character Development, 19(1), 45-62.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2020). Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP 2020). Jakarta: BAN-S/M.

Kim, H. J., & Park, S. Y. (2021). Academic honesty and communication anxiety among university students. Asian Journal of Educational Psychology, 15(4), 234-247.

Kusuma, D., Anggraeni, S., & Wijayanti, R. (2024). Implementasi nilai etika dalam meningkatkan kualitas presentasi mahasiswa. Jurnal Etika Akademik, 6(1), 78-92.

Lee, A. B., & Chen, W. L. (2022). Institutional factors in developing academic integrity culture.

Lestari, A., & Prasetyo, H. (2021). Peran integritas personal dalam mengembangkan kemampuan komunikasi mahasiswa. Jurnal Komunikasi Pendidikan, 9(2), 134-147..

Likert, R. (1967). The human organization: Its management and value. McGraw-Hill.

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. SAGE Publications.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). SAGE Publications.

Nugroho, A., Setiawan, B., & Maharani, D. (2022). Korelasi kejujuran akademik dengan performa presentasi mahasiswa teknik. Engineering Education Review, 7(2), 156-169.

Patton, M. Q. (2002). Qualitative research & evaluation methods (3rd ed.). SAGE Publications.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan. (2021). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 103.

Putri, K., & Rahmawan, G. (2021). Implementasi academic integrity dalam meningkatkan self- efficacy mahasiswa. Higher Education Studies, 14(4), 67-81.

Rahman, F., & Sari, M. (2023). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri mahasiswa dalam presentasi akademik. Educational Research Quarterly, 12(4), 203-218.

Sari, L., & Pratama, A. (2023). Hubungan etika akademik dengan kepercayaan diri mahasiswa dalam presentasi di Universitas Negeri Jakarta. Jurnal Pendidikan Tinggi Indonesia, 15(2), 45-58.

Schein, E. H. (2010). Organizational culture and leadership (4th ed.). Jossey-Bass.

Smith, D. R., & Wilson, T. A. (2022). Faculty perspectives on academic integrity and student communication development. Teaching in Higher Education, 27(5), 623-639.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sutrisno, B., Wahyuni, E., & Kurniawan, A. (2023). Studi komparatif: Etika akademik dan kemampuan presentasi mahasiswa antar fakultas. Comparative Education Studies, 10(1), 23- 39.

UNESCO. (2015). Rethinking education: Towards a global common good? UNESCO Publishing.

Wijaya, B., & Hartono, C. (2022). Pengaruh integritas akademik terhadap kecemasan presentasi mahasiswa. Indonesian Journal of Educational Psychology, 8(3), 112-125.

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.

Zhang, L., & Kumar, R. (2023). Cross-disciplinary analysis of academic ethics impact on student performance. Interdisciplinary Journal of Problem-Based Learning, 17(2), 78-95.

Downloads

Published

2025-06-12

How to Cite

Lestario, F. (2025). COLLABORATIVE MANAGEMENT IN IMPROVING THE QUALITY OF EDUCATION ASSURANCE IN THE GLOBALIZATION ERA. International Journal of Educational Innovation and Science Development Research, 2(1), 21–30. https://doi.org/10.63736/ijeisdr.v2i1.436

Issue

Section

Articles