DISRUPTIFFIVE AND INCLUSIVE: INNOVATIVE MODELS OF SHARIA FINANCING FOR UMKM IN THE DIGITAL ECONOMIC LANDSCAPE

Authors

  • Hamdan Basyir Penara State Islamic University of North Sumatra
  • Muhammad Khairil Azmi State Islamic University of North Sumatra
  • Ulpah Hasanah State Islamic University of North Sumatra

DOI:

https://doi.org/10.63736/jc.v2i2.585

Keywords:

Sharia Financing, MSMEs, Digital Economy 2025, Sharia FinTech, Blockchain,Crowdfunding, P2P Lending.

Abstract

Era ekonomi digital 2025 mentransformasi sistem pembiayaan UMKM syariah melalui integrasi disruptif teknologi. Penelitian kualitatif ini menganalisis inovasi pembiayaan syariah berbasis FinTech, blockchain, dan big data yang mengatasi tantangan klasik UMKM: akses terbatas, kurangnya agunan, dan prosedur rumit. Metode studi pustaka mendalam terhadap 45 sumber primer (2023–2025) mengungkap empat model dominan: crowdfunding syariah berbasis platform, pinjaman P2P syariah, keuangan mikro berbasis seluler, dan pembiayaan rantai pasokan digital. Hasil studi menunjukkan peningkatan akses pembiayaan bagi UMKM pedesaan sebesar 40% dan percepatan penyaluran dana sebesar 35% berkat analisis big data. Tantangan utama tersebut meliputi keamanan siber, kesenjangan literasi digital-syariah, dan regulasi yang belum adaptif. Rekomendasi strategis meliputi regulatory sandbox OJK, pelatihan DPS digital, dan integrasi NIB dengan platform FinTech. Kolaborasi ekosistem (regulator, perbankan syariah, FinTech, UMKM) menjadi kunci tercapainya pertumbuhan inklusif berbasis maqasid syariah.

References

Ascarya. (2020). “Mengembangkan Fintech Syariah di Indonesia: Peluang dan Tantangan”. Jakarta: Bank Indonesia Institute

Bahtiar Bahtiar, Efridani Lubis, dan Hapendi Harahap, “Pengaturan Kaidah Manajemen

Risiko Atas Penawaran Saham Berbasis Teknologi Informasi (Equity Crowfunding) untuk

Pengembangan UMKM di Indonesia,” dalam Jurnal Hukum Jurisdictie, vol. 3, 2021, hlm 65–98

Ascarya, A. (2021). Islamic Social Finance and SDGs in Indonesia. Journal of Islamic Monetary Economics, 7(2), 353–380.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (2025). Statistik FinTech Syariah 2025. Jakarta: OJK.

World Economic Forum. (2024). The Global Competitiveness Report 2024. Geneva: WEF.

Hassan, M.K., Muneeza, A., & Sarea, A.M. (2023). Fintech in Islamic Finance: Digitalization, Development and Disruption. Palgrave Macmillan.

Bank Indonesia. (2024). Laporan Inklusi Keuangan Syariah 2024. Jakarta: BI.

Wulandari, P., & Sari, R.C. (2024). Leveraging Blockchain for Transparency in Sharia Crowdfunding Platforms. International Journal of Islamic Economics, 7(1), 89–112.

Antonio, M. S. (2001). Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik. Jakarta: Gema Insani Press.

Ascarya. (2009). Comparative Analysis of Islamic Bank Contract with Conventional Bank. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, 11(1), 1–24.

Dusuki, A. W., & Abdullah, N. I. (2007). Maqasid al-Shariah, Maslahah, and Corporate Social Responsibility. The American Journal of Islamic Social Sciences, 24(1), 25–45.

El-Gamal, M. A. (2006). Islamic Finance: Law, Economics, and Practice. Cambridge: Cambridge University Press.

IFC & SME Finance Forum. (2020). Global Supply Chain Finance Forum: Islamic Supply Chain Finance. International Finance Corporation.

Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia. (2023). Data UMKM Tahun 2022–2023. Jakarta: Kemenkop UKM.

World Bank. (2021). Digital Financial Services and MSMEs in Southeast Asia. Washington, DC: World Bank Group

Downloads

Published

2025-06-13

How to Cite

Hamdan Basyir Penara, Muhammad Khairil Azmi, & Ulpah Hasanah. (2025). DISRUPTIFFIVE AND INCLUSIVE: INNOVATIVE MODELS OF SHARIA FINANCING FOR UMKM IN THE DIGITAL ECONOMIC LANDSCAPE. Journal of Accounting, 2(2), 153–161. https://doi.org/10.63736/jc.v2i2.585

Issue

Section

Articles